[Sharing] Pentingnya Kepedulian Politik: “Golput Bukanlah Solusi”

Hari ini, tadi siang, saya mendapat kesempatan sharing di PERKANTAS Bogor mengenai pentingnya kepedulian politik, golput bukanlah solusi.

Jujur saja saya tidak punya persiapan sama sekali, datang telat padahal sudah berangkat jam 11 dari Semanggi, sudah gitu dengan tampang kumal kurang tidur, akh,…tidak afdol rasanya jika cerita hal-hal konyol πŸ˜€

Saya sharing mengenai diri saya, aktivitas saya, alasan saya terjun di dunia politik.

buta_terburuk_buta_politik

Saya juga menekankan bahwa untuk berpartisipasi dibidang politik tidak harus jadi politisi. Saya meyadari benar bahwa panggilan semua orang tidak sama, Titik vokasi setiap orang berbeda, masing-masing diberi talenta sesuai kemampuan masing-masing. Tetapi kita bisa berkontribusi dengan berbagai cara sesuai dengan profesi dan keahlian kita masing-masing. Saya juga menekankan pentingnya membaca dan menulis (tidak hanya sekedar menulis di medsos), tetapi ada output nyata misalnya diskusi. Saya percaya diskusi sangat penting, besi menajamkan besi.

Sulit melihat kaum muda peduli akan perpolitikan. Selain mahasiswa dan alumni yang mengambil jurusan politik tentunya, mereka umumnya tidak peduli dengan kondisi politik sekarang (CATAT: Benar-benar peduli, bukan hanya sekedar update status). Umumnya lebih asyik dengan dunia remaja, pergaulan bebas, hura-hura, dan sebagainya. Hanya sedikit anak muda yang benar-benar peduli dan berpikir kritis mengenai politik. Padahal politik adalah sesuatu yang sangat vital menjadi landasan arah berbagai kebijakan bangsa.

Kaum muda harus lebih peduli terhadap perpolitikan Indonesia dengan tidak bersikap apatis. Soekarno pernah menyatakan β€œBeri aku seribu orang, dan dengan mereka aku akan menggerakkan Gunung Semeru! Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada tanah air, dan aku akan mengguncang dunia!” Soekarno menyadari bahwa semangat kaum muda yang kelak melakukan perubahan menuju bangsa yang lebih baik.

Sebenarnya saya ingin membacakan puisi Otto reno Castillo, penyair dan revolutionary Guatelama. Saya lebih suka menyampaikan ide-ide saya melalui gambar, video, puisi dibanding hanya kata-kata. (Jujur saja saya penggemar dan pegiat budaya dan sastra :D).
Nah karena keterbatasan waktu, saya tidak sempat membacakannya.
Puisi tersebut berikut ini:

Apolitical Intellectuals
—————————–

One day
the apolitical
intellectuals
of my country
will be interrogated
by the simplest of our people.

They will be asked
what they did
when their nation died out
slowly,
like a sweet fire
small and alone.

No one will ask them
about their dress, their long siestas after lunch,
no one will want to know
about their sterile combats
with “the idea of the nothing”
no one will care about
their higher financial learning.

They won’t be questioned
on Greek mythology,
or regarding their self-disgust
when someone within them begins to die
the coward’s death.

They’ll be asked nothing
about their absurd justifications,
born in the shadow of the total lie.

On that day
the simple men will come.

Those who had no place
in the books and poems
of the apolitical intellectuals,
but daily delivered
their bread and milk,
their tortillas and eggs,
those who drove their cars,
who cared for their dogs and gardens
and worked for them,
and they’ll ask:

“What did you do when the poor suffered,

when tenderness and life burned out of them?”

Apolitical intellectuals of my sweet country,
you will not be able to answer.

A vulture of silence
will eat your gut.

Your own misery
will pick at your soul.

And you will be mute in your shame.

Salam dari anak muda,
yang muda yang (ingin) berkarya

(SP)

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment