Kepemimpinan Transformatif atau transaksional?

transormational_transactional_leader

Cara lain memehami mengenai jenis pemimpin adalah dengan membandingkan pemimpin transformatif dan pemimpin yang transaksional.  Seorang pemimpin dapat terjebak menjadi pemimpin transaksional.  Pemimpin transaksional memperlakukan orang-orang yang dipimpinnya, atasannya, serta dirinya sebagai pemain-pemain dalam suatu proses perdagangan. Keputusan yang diambilnya merupakan keputusan yang menguntungkan baginya dalam hubungan dirinya dengan berbagai pihak.  Masalah benar atau salahnya keputusan tadi tidak jadi perhatian utamanya, namun masalah untung atau ruginya terutama bagi kepentingannya sering menjadi dasar pertimbangannya.  Kepemimpinan serupa ini tidak membuat organisasinya atau pihak-pihak yang terkait dengannya berkembang apalagi orang-orang yang dipimpinnya.  Kecenderungannya ialah memanfaatkan berbagai pihak bagi dirinya.

Lawan dari kepemimpinan transaksional adalah kepemimpinan transformasional.   Esensi kepemimpinan serupa ini adalah menghasilkan perubahan dimana dirinya dan mereka yang terkait dengannya sama-sama mengalami perubahan ke arah yang lebih luas, tinggi, dan mendalam.  Kata kunci dari segenap keputusan adalah berapa jauh sebanyak mungkin pihak mengalami pertumbuhan.

Di dalam suatu organisasi yang bersifat nir laba, semestinya kepemimpinan yang ditumbuhkan adalah kepemimpinan transformatif.  Namun, karena seringnya terjadi pemimpin dipilih bukan berdasarkan track-record atau riwayat kinerjanya, melainkan  berdasarkan konsensus sosial, maka pemimpin-pemimpin formal seringkali bukan merupakan orang yang bermodalkan karakter, kompetensi dan komitmen yang tinggi.  Akibatnya, maka mereka berusaha mati-matian untuk bertahan pada kedudukan mereka.  Apalagi bila kedudukan tadi tidak memiliki alur karir yang melanjutkannya.

Transaksional                             Transformational
Bekerja dalam situasi Mengubah situasi
Menerima keterbatasan Mengubah apa yang biasa dilakukan
Menerima peraturan dan nilai yang ada Bicara tentang tujuan yang luhur
Timbal balik dan tawar menawar Memiliki acuan nilai kebebasan, keadilan dan kesamaan

 

Pemimpin yang transformational membuat bawahan melihat bahwa tujuan yang  mau dicapai lebih dari sekedar kepentingan pribadinya.

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment